Pertemuan (kembali)

2

17 April 2019 by Naima

To the man that i adore.

The Perfect father, the best teacher. the best debate and discussion partner. the best traveling partner. My handyman, my familyman.

Pak, 3 hak anak atas ayahnya yang disebutkan sayyidina Umar sudah bapak penuhi. Bibi dipilihkan ibu yang terbaik, diberikan nama terbaik pun diajarkan Al-Qur’an tak kalah baiknya (meski untuk yang satu ini bibi masih harus belajar banyakkk)

Hari ini kita diajarkan cara untuk bertemu (lagi) karena bibi yakin kita tak pernah benar benar berpisah, kita hanya tak berjumpa sementara karena dunia bukan tempat pulang kita, dunia tak lebih artinya dari tetesan air diujung kuku, kita hanya singgah untuk bertani sebagaimana bapak dulu senang bertani.

Pak, hari ini derai sedih basah dimana mana. Berat rasanya harus menahan rindu karena tak bisa berjumpa, namun semua akan ringan dengan doa kan?

Pak, hari ini bibi dilatih Allah untuk mempraktikkan teori tentang kepemilikan, bahwa sesungguhnya kita tak pernah benar benar memiliki apapun, kita hanya punya hak titip bukan hak milik. Bibi tak bisa menyebut tubuh dan diri ini milik bibi karena yang tepat, ini milik Allah, apalagi bapak kan. Untuk diri sendiri saja tak bisa apalagi untuk mengklaim memiliki orang lain.

Pak, hari ini Allah didik bibi dengan cara yang indah tentang makna hidup. Tentang menjalankan tugas hingga pangkal usia. Bapak menjadi wasilahnya, berkaca dari perjalanan hidup bapak yang masih berusaha menuntaskan tugas sebagai hamba Allah di dunia hingga tutup usia.

Duhai Allah, atas tiap tiap nikmat memiliki seorang ayah seperti bapak, atas nikmat diajarkan oleh lelaki seperti bapak, atas nikmat disayangi sosok Sholih seperti bapak, atas nikmat ditakdirkan menjadi anak bapak tak ada yang lebih pantas dilakukan selain bersyukur.

Terima kasih atas izin untuk membersamai bapak 20 tahun ini. Kini tunai tugas bapak sebagai seorang hamba, kini tunai tugas bapak sebagai seorang ayah bagi anak dan suami bagi mamah.

Tugas bibi masih berjalan sebagai seorang hamba dari tuan bersebut Allah.

Pa, kelak di hari tak ada naungan selain naungannya. Di tempat tak ada lagi jual beli dan persahabatan. Di saat semua manusia digiring dipadang luas nan panas tanpa kepastian.

Semoga Allah pertemukan kita bukan untuk saling menghakimi melainkan untuk saling merindui. Berjalan menghampiri seraya lengkungan senyum menghiasi, bertegur salam selayaknya Allah sebutkan dalam kalam-Nya sebagai sapaan para penduduk tempat terbaik di negeri abadinya.

Mari berkumpul kembali sebagai keluarga di tempat tak ada kebisingan dan kekhawatiran pak.

Pangalengan, Senin 15 April 2019 16:30
Salam sayang

Bibi

Advertisements

2 thoughts on “Pertemuan (kembali)

  1. mlirhmh says:

    😢☺️ Uhibbuk fillah, my sholihah sister..
    I know, you’re stronger woman than you know..❤️❤️
    And…You can handle everything ..

    -MRH-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: