Teruntuk sang kekasih

Leave a comment

30 November 2019 by Naima

Teruntuk sang kekasih
Belasan abad jarak kita terbentang
tak pernah ku tahu senyummu
tak pernah ku ragu akhlakmu
tak pernah sampai kabar buruknya perangaimu

Duhai Nabi…
Hari lahirmu menjadi hari terbaik untuk seisi bumi
engkau adalah penerang zaman
rahmat bagi seluruh alam
penunjuk jalan kebenaran

Duhai Nabi…
engkau sampaikan kebenaran, meski penolakan kau dapatkan
engkau perangi kemusyrikan, meski musuh datang pertentang
gigil takutmu, saat wahyu datang
menyangsikan nestapa akan dijelang

Duhai Nabi….
betapa tak ringan beban dipundakmu
betapa tak mudah tugas diembanmu
betapa hari hari tenangmu, harus kau tukar dengan panjangnya perjuangan.
Engkau menjadi wasilah kebenaran
menjadi rujukan keadilan
namamu tersebut-sebut di keabadian
mematri ingatan, akan sosok penuh kehangatan

Duhai kekasih….
hari pergimu, adalah hari tersendu bagi seisi bumi
Kau tuntaskan tugas dengan sempurna
kau tunaikan beban dengan kesan
betapa indah hidupmu, betapa harum kematianmu

Dunia tak menjadi tempat kita bersua
putaran waktu,
hanya mampu menghantarkan kisahmu saja
besar rasa ingin untuk bersama
namun surga?
Layakkah kami mengharapnya?

Duhai kekasih…
Tetesan air mata rindu
yang membasahi sampai janggutmu
menitikkan satu pinta baru

bahwa setidaknya,
kamipun pernah meneteskan air mata
dengan pesan rindu yang sama
teruntuk sang kekasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: