PERLAKUAN

Leave a comment

17 July 2020 by Naima

menurut John Gray kredo “cintailah orang lain selayaknya kita ingin dicintai dan perlakukanlah orang lain selayaknya kita ingin diperlakukan” adalah prinsip yang sering tak berlaku,maka sebaiknya prinsip tersebut diganti dengan “cintailah orang lain dengan cara sebagaimana ia ingin dicintai. perlakukanlah orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan.”

perbedaan pola asuh, lingkungan tempat tumbuh, cara merasa menjadi faktor utama yang menyebabkan kredo pertama tidak akan bekerja dengan baik katanya. Sehingga bila diteruskan agaknya memang tak akan terbangun suasana kasih sayang yang diharapkan, tak akan sampai pesan pesan penuh cinta terhadap saudara yang memang hakikatnya berbeda cara merasa.

fa, batas ambang rasamu yang sedikit datar membuat separuh orang disekitarmu tak nyaman. baik sangkamu berlebihan rupanya wkwkwk.

sesuatu yang kau anggap biasa saja bisa jadi tak biasa bagi orang lain, sesuatu yang tak sampai hatimu bisa jadi justru menyakiti hati orang lain. kalimat Ustadz Salim yang kau hafal tentang bagaimana cara memahami orang lain tidak dengan caramu melainkan dengan caranya, agaknya sulit di medan nyata.

bersyukur karena berhari hari kemarin Allah hadirkan orang orang tak terduga yang bisa membuatmu mengevaluasi diri, pesan yang lambat terbalas, telpon yang sering tak terjawab, komentar yang tak terbaca, tulisan terbengkalai, terlalu sibuk dengan urusan sendiri yang seringnya mengabaikan orang sekitar agaknya harus diperbaiki.

terkadang kelebihan baik sangkamu berpikir, bahwa lamanya pesan terbalas karena mereka memaklumi kesibukan, atau bahkan mengetahui bahwa pesannya tertimbun dengan kolom grup,
pada satu kesempatan bahkan Ummi terang-terangan berkata “lapuk” pada pesannya yang terkirim pagi dan terbalas sore (hampir malam) hahaha. Ada pula yang langsung bertanya “apa salahnya?” hanya karena berhari hari pesannya dihalangi tumpukkan pesan yang lain sehingga tak terbaca.

bagimu kalimat “setuju berbunyi ya”, bisa jadi akhir dari percakapan, atau kiriman emoticon juga tak membutuhkan lagi balasan. namun ternyata salah, lawanmu masih ingin respon baikmu fa, meski hanya kiriman emoticon lagi. 24 jam pesan yang belum terbalas, karena lupa dan belum sempat terbaca mungkin bagimu biasa saja, namun bagi yang mengirim belum tentu biasa (hey, you must read this post wkwkwk).

satu kali, seseorang pernah berkata bahwa setiap pesan meski hanya bertuliskan “hi” tetap membutuhkan jawaban.
selepas ini, jangan memperlakukan orang lain seperti engkau memperlakukan dirimu sendiri fa. perbedaan yang ada membangun pola pikir berbeda, maksud baik tak selamanya tersampaikan baik bila hanya dilihat dari kacamatamu saja.

untuk mereka yang sering merasa kesal dengan kebiasaan ini, ada ucap maaf yang ingin disampaikan. maaf untuk keterlambatan yang membuat tak nyaman 😀

mi, terima kasih karena berkata “bibi mah lempeung teuing, untung ummi teu beulikan” wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: